Jumat, 16 Juli 2010

Budi Daya Ikan Hias

Vizanfarm

Berjaya di Ikan Hias Setelah Lobsternya Gagalnya

Awalnya, membudidayakan lobster kemudian Sugeng beralih ke ikan hias. Ia melihat prospek budi daya ikan hias masih terbuka lebar dan relatif mudah. Dengan dibantu temannya yang lebih dulu memahami seluk beluk budi daya ikan hias. Sugeng pun melenggang di bisnis tersebut.

Di areal yang masih rimbun pepohonan itu saya melihat banyak hamparan kolam. Beragam jenis kolam terdapat di sana. Disana, tampak banyak kolam bermedia tanah dan semen. Selain itu, terdapat petak-petak ruangan yang dibalur sususan rak yang gunanya untuk menaruh akuarium-akuarium yang isinya beragam jenis ikan hias.

Berlokasi di Jalan Rapi, Sawangan, Depok, Sugeng Widiarso mencoba peruntungannya di bisnis budi daya ikan hias air tawar. Ikan hias yang dibudidayakannya adalah jenis ikan khas Eropa dan Afrika. Adapun jenis-jenis ikan hias tersebut, antara lain jenis Chichlid, Polypterus, Ctenopoma, Platydoras, Botia India, Synodontis, Redfin, dan Corydoras. Menurut Sugeng, ada beberapa alasan kenapa ia memilih jenis ikan hias tersebut untuk dibudidayakan. Pertama, ikan hias tersebut mudah dibudidayakan, mengingat ikan tersebut termasuk ikan tropis. Kedua, pangsa ekspor ikan hias jenis tersebut bagus.

Awalnya, Sugeng membudidayakan lobster di 2005. Bermodalkan lahan seluas 1000 m2 dan uang tunai Rp50 juta, ia membangun beberapa kolam. Awalnya, ia membudidayakan lobster air tawar. Namun, pada perkembangannya budi daya lobster lambat laun menurun. Hal tersebut dikarenakan menurunnya pangsa lokal maupun ekspor akan kebutuhan lobster. Selain itu, budi daya lobster tergolong lama panen dan membutuhkan banyak lahan kolam. Karena lobster tidak dapat dicampur dalam jumlah yang banyak dalam satu kolam.

Kemudian di 2007, ia pun mulai berpindah haluan. Dengan keyakinan penuh, Sugeng perlahan mempelajari seluk beluk budi daya ikan hias. Saat memulai membudidayakan ikan hias tersebut, ia mendapat bantuan dari teman. “Saya dibantu teman-teman saya. Mereka lulusan IPB yang paham tentang budi daya ikan hias air tawar,” ujar laki-laki kelahiran Cirebon ini.

Untuk melengkapi sarana kolam pembibitan ikan hias. Ia pun memperluas areal kolam pembibitannya menjadi 3000 m2. Selain itu, ia pun menggelontor Rp150 juta untuk penambahan pembuatan kolam baru seluas 500 m2. Yakni penambahan kolam semen dan kolam tanah. Penambahan kolam tersebut bertujuan agar panennya ikan hiasnya mampu menghasilkan jumlah yang besar. Selain itu, ia pun menyetok 300 lebih akuarium beserta peralatan lengkapnya, seperti gelembung oksigen, rak, dan filterisasi air.


Lokasi Ideal dan Langkahnya
Untuk memulai usaha budi daya ikan hias ini kita tidak boleh sembarang memilih lokasi. Menurut Sugeng, lokasi yang tepat untuk membudidayakan ikan hias jenis ini adalah lokasi yang memiliki kualitas air yang baik. Hindari pemilihan lokasi yang dekat dengan pabrik dan bekas rawa. Umumnya, lokasi tersebut airnya tercemar limbah dan bau. 

Selain itu, lokasi yang baik adalah lokasi yang memiliki cuaca yang stabil. Artinya cuaca tersebut tidak terlalu panas atau dingin. ”Kebetulan budi daya ikan hias jenis ini adalah ikan tropis. Jadi, cocok di lokasi yang saya pilih ini,” papar pria yang masih bekerja di salah satu suplier pesawat terbang di Pondok Cabe.

Langkah selanjutnya adalah penyediaan bibit ikan hias. Awalnya, Sugeng menyiapkan lebih dari seratus bibit ikan hias dari berbagai jenis. ”Bibit ikan tersebut saya dapat dari rekan saya yang lebih dulu berkecimpung di bisnis ikan hias,” ujar ayah dua anak ini. Seekor ikan dapat dijadikan bibit jika telah berumur 6–12 bulan. Selain itu, ikan yang dapat dijadikan bibit tampak dari bentuk badannya, biasanya bagian perut ikan betina mulai besar.

Setelah itu, proses pemijahan/perkawinan. Menurut Sugeng, ada dua cara pemijahan. Yakni pemijahan yang dilakukan secara alami dan dengan bantuan manusia. Untuk pemijahan secara alami, beberapa bibit ikan jantan dan betina dicampur dalam wadah yang sama. Pemijahan tersebut dapat dilakuk n di kolam atau di akuarium. Biasanya pemijahan secara alami berlangsung antara 2-3 minggu. Setelah itu, bibit ikan tersebut dicek bagian mulutnya. “Telur-telur tersebut biasanya berada di dalam mulut ikan betina,” papar pria yang memiliki hobi membaca ini.

Sedangkan untuk pemijihan dengan bantuan manusia dapat dilakukan dengan cara menyuntik perut ikan dengan Ovaprim. Obat ini berfungsi untuk membuahi sel telur ikan betina. Selang satu hari, ikan betina mengeluarkan telur-telurnya kemudian dicampur dengan sperma dari ikan jantan. Setelah dicampur, telur tersebut dipisahkan ke dalam akurium tersendiri. 

Biasanya satu bibit ikan mampu memproduksi hingga 500-an telur. Telur-telur tersebut kemudian dipindahkan dengan selang kecil ke akuarium yang berbeda dengan indukannya. Hal tersebut, bertujuan agar telur-telur tersebut tidak dimakan oleh ikan lainnya. “Biasanya, dari sekian banyak telur hanya 25%nya yang menetas dan hidup menjadi ikan,” ujar pria kelahiran 1970 ini.

Telur-telur yang telah dipisahkan dari induknya tersebut biasanya menetas dalam kurun waktu 1 – 6 hari. Telur yang menetas tersebut biasanya di taruh di akurium. Setiap akurium dapat menampung ratusan telur. Selain itu, sebuah akuarium hanya menampung satu jenis ikan saja.

Ikan-ikan yang baru menetas tersebut biasanya diberi makan Artemia. Yakni makanan yang awalnya berbentuk pasir kemudian direndam dengan air asin kemudian muncul hewan kecil yang siap dimakan ikan yang baru menetas tersebut. Sedangkan yang berumur lebih dari satu bulan, dapat diberi makan cacing atau pelet. 

Setelah berumur lebih dari satu bulan, ikan-ikan tersebut dipindahkan ke kolam tanah. Hal tersebut bertujuan agar proses penggemukan cepat berlangsung dibandingkan di kolam semen. Selain itu, kolam tanah memiliki suhu air yang relatif seimbang dibandingkan dengan suhu air di akuarium atau kolam semen.

Sebelum menjual ikan hasil budi dayanya ke suplier. Ikan tersebut dipindahkan ke kolam semen selama satu-dua minggu. Pemindahan ikan ke kolam semen bertujuan agar tubuh ikan hias mengeluarkan warna aslinya. 

Resiko yang sering dihadapi dalam budi daya ikan hias ini adalah penyakit. Biasanya, ikan-ikan tersebut terkena penyakit karena cuaca yang dingin. Untuk mengatasi hal tersebut, biasanya Sugeng memasang alat pemanas yang fungsinya menaikkan suhu air di dalam akuarium, biasanya disebut heater. Alat tersebut dimasukkan ke dalam akuarium dan mampu menaikkan suhu air hingga normal, yakni 27 C-30 C.

Selain itu, ikan kadang mengalami penyakit Hot spot. Penyakit ini menyerang kulit ikan, ditandai dengan bercak putih. Untuk menanggulangi masalah tersebut, Sugeng memberikan cairan yang bernama Methylene Blue. Cairan ini bewarna biru, cara penggunaannya adalah diteteskan ke air akurium tersebut.
  
Setiap bulannya, Sugeng mampu memproduksi lebih dari 20.000 ekor per bulan.”Jumlah penjualan tersebut dari berbagai jenis ikan hias. Rata-rata ikan yang dapat dijual antara 1-3 bulan dengan harga rata-rata Rp2000 per ekor,” papar Sugeng. Biasanya, Sugeng menjual hasil budi daya ikan hiasnya ke beberapa suplier. Mereka adalah eksportir dan pembudidaya khusus penggemukan.

Hingga saat ini, Sugeng memiliki enam karyawan. Setiap karyawan memiliki tugas sesuai keahliannya untuk mengurus beberapa jenis ikan hias tersebut. Mulai dari pemijahan hingga panen. Tiap bulannya Sugeng menggelontorkan Rp5 juta untuk membayar gaji karyawannya.

Selain itu, Sugeng pun cukup meraup kocek besar tiap bulannya, Yakni Rp15 juta. Biaya tersebut digunakan untuk pembelian pakan dan obat ikan. Saat DUIT menanyakan kiat suksesnya, pria kelahiran 21 Juli ini menjawab, “Saya membudidayakan jenis ikan hias yang berbeda dari orang lain. Selain itu, saya pun menjaga hubungan baik dengan para suplier.” 



 [Aswin Cahyadi]

Vizanfarm
Jalan Rapi RT 01/RW 01, Pondok Petir, Sawangan -Depok
Telp : (021) 68429146
www.vizanfram.com


Analisa Keuntungan

Modal awal Rp200 juta
(pembangunan kolam tanah, semen, akuarium, rak, dan peralatan lain)

Pemasukan tiap bulan : Rp2000x20.000 ekor Rp40 juta

Pengeluaran tiap bulan: (pakan dan obat ikan) Rp15 juta
  (biaya 6 karyawan) Rp5 juta


Keuntungan bersih tiap bulan Rp20 juta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar